Wednesday, April 17, 2013

Profil Wirausaha "Bob Sadino"



Profil dan Biodata “Bob Sadino”


Nama               : Bob Sadino
Lahir                : Tanjungkarang, Lampung, 9 Maret 1933
Agama             : Islam
Pendidikan      : -SD, Yogyakarta (1947)
  -SMP, Jakarta (1950)
  -SMA, Jakarta (1953)

Karir                : -Karyawan Unilever (1954-1955)
  -Karyawan Djakarta Lloyd, Amsterdam dan Hamburg (1950-1967)
  -Pemilik Tunggal Kem Chicks (supermarket) (1969-sekarang)
  -Dirut PT Boga Catur Rata
  -PT Kem Foods (pabrik sosis dan ham)
  -PT Kem Farms (kebun sayur)

Alamat Rumah: Jalan Al Ibadah II/12, Kemang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp :793981

Alamat Kantor: Kem Chicks Jalan Bangka Raya 86, Jakarta Selatan Telp: 793618



BOB SADINO

Pria yang lahir di Lampung ini adalah anak bungsu dari 5 bersaudara. Ayah beliau meninggal pada saat Bob Sadino berumur 19 tahun, dan beliau menjadi pemegang warisan dari ayahnya karena saudara-saudaranya sudah dapat dibilang telah sukses dan sudah hidup mapan. Beliau menghabiskan hartanya untuk berkeliling dunia, dan tinggal di Belanda selama 9 tahun. Beliau di Belanda bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.

Pada tahun 1967, beliau kembali ke Indonesia dan bermodalkan 2 buah mobil Mercedes. Kemudian beliau menjual salah satu mobilnya itu untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Setelah keluar dari tempat kerjanya, Bob bertekad untuk bekerja secara mandiri. Beliau menyewakan mobil Mercedesnya dan ia pun yang menjadi sopirnya. Tetapi Beliau mengalami kecelakaan dan mobilnya rusak parah. Lalu Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya saat itu hanya Rp.100. Beliau pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.

Suatu hari, temannya menyarankan Bob memelihara ayam untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik. Ketika beternak ayam itulah muncul inspirasi berwirausaha. Bob menerima pemberian 50 ekor ayam ras dari kenalannya, Sri Mulyono Herlambang.

Bob dan istrinya, setiap hari menjual beberapa kilogram telor. Dalam tempo satu setengah tahun, Beliau dan Istrinya memiliki banyak langganan, terutama orang asing, karena mereka fasih berbahasa Inggris. Bob dan istrinya tinggal di kawasan Kemang, Jakarta, di mana terdapat banyak menetap orang asing.



Tidak jarang pasangan tersebut dimaki pelanggan, babu orang asing sekalipun. Namun mereka mengaca pada diri sendiri, memperbaiki pelayanan. Perubahan drastis pun terjadi pada diri Bob, dari pribadi feodal menjadi pelayan. Setelah itu, lama kelamaan Beliau menjadi pemilik tunggal super market (pasar swalayan) Kem Chicks. Ia selalu tampil sederhana dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek.

Selain menjadi pemilik tunggal Kem Chicks Beliau juga pengusaha perladangan sayur sistem hidroponik. Lalu ada Kem Food, pabrik pengolahan daging di Pulogadung, dan sebuah ”warung” shaslik di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta. Catatan awal 1985 menunjukkan rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40 sampai 50 ton daging segar, 60 sampai 70 ton daging olahan.

Setelah bisnis pasar swalayan Bob berkembang pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Perkebunan Bob menghasilkan 100 ton sayuran segar per bulan. Karena itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah. Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Beliau dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang.

Di saat melakukan sesuatu pikiran seseorang berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah pengembangan dari apa yang telah ia lakukan. Kelemahan banyak orang, terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. “Yang paling penting tindakan,” kata Om Bob (Panggilan kepada Bob Sadino oleh Karyawan-Karyawannya).
 
Bob selalu luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan. Dengan sikap seperti itu Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu ia selalu berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya. Bob menempatkan perusahaannya seperti sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling menghargai, tidak ada yang utama, semuanya punya fungsi dan kekuatan.

Hal–hal yang membuat Bob Sadino sukses adalah :
·         Mau bekerja keras
·         Memiliki kemauan
·         Memiliki komitmen yang kuat
·         Berani mencari dan menangkap peluang
·         Luwes terhadap pelanggan
·         Menerapkan system kekeluargaan

Inspirasi yang kita dapat dari Bob Sadino adalah untuk menjadi seorang wirausahawan harus berani mengambil segala peluang dan resiko yang akan kita terima, mau bekerja keras, memiliki kemauan dan komitmen yang kuat atas keputusan yang telah kita ambil, dan yang paling penting adalah jangan takut gagal.

Reverensi :

No comments:

Post a Comment

loading...