Thursday, March 18, 2021

Komunikasi Manusia



            Dalam berkomunikasi pada dasarnya ada 4 kegiatan pokok, yaitu (a) berbicara, (b) mendengarkan, (c) membaca, dan (d) menulis. Keempat kegiatan tersebut biasanya dikategorikan menjadi dua bentuk komunikasi yaitu komunikasi lisan dan komunikasi tertulis. Kegiatan komunikasi lisan merupakan kegiatan komunikasi yang tertua dalam sejarah peradaban manusia. Karena kegiatan komunikasi tertulis baru dilakukan manusia setelah manusia mengenal huruf. Kita bisa membayangkan, mereka yang buta huruf, hingga kini masih mengandalkan komunikasi lisan dalam kehidupannya. Berbeda halnya dengan mereka yang melek huruf, kegiatan komunikasi tertulis, merupakan bagian penting dalam kehidupannya.

            Fiske (2004: 8-9) melihat setidaknya ada dua aliran utama (mazhab) ahli komunikasi dalam merumuskan pengertian komunikasi. Pertama, ahli komunikasi yang merumuskan komunikasi sebagai penyampaian atau transmisi pesan yang kemudian disebut sebagai “mazhab proses”. Kedua, ahli komunikasi yang melihat komunikasi sebagai pembuatan dan pertukaran makna yang disebut sebagai “mazhab semiotika”. Sedangkan Deddy Mulyana (2005a: 61) menyebutkan adanya tiga kerangka pemahaman atas komunikasi, yaitu (a) komunikasi sebagai tindakan satu arah, (b) komunikasi sebagai interaksi, dan (c) komunikasi sebagai transaksi. Komunikasi sebagai tindakan satu arah melihat komunikasi sebagai penyampaian pesan (informasi) dari seseorang/lembaga kepada orang lain. Komunikasi sebagai interaksi menunjukkan komunikasi sebagai proses sebab-akibat atau aksireaksi yang arahnya bergantian. Sedangkan komunikasi sebagai transaksi memandang komunikasi sebagai proses personal karena makna atau pemahaman kita atas apa yang kita peroleh sebenarnya bersifat pribadi.

            Kita pun bisa mendapatkan pengertian komunikasi dari salah seorang ahli komunikasi yaitu Harold D. Lasswell, yang dikenal dengan model Lasswell-nya (lihat, Fiske, 2004: 46). Lasswell merumuskan komunikasi dengan pernyataan dalam bentuk pertanyaan seperti berikut:

                Who

                Says what

                In which channel

                To whom

                With what effect

            Apa yang dijelaskan Lasswell itu pada dasarnya juga menunjukkan komponen-komponen komunikasi, yaitu (a) siapa yang berkomunikasi atau biasa dinamakan sumber komunikasi/komunikator, (b) menyatakan apa (pesan/isi komunikasi/informasi yang disampaikan), (c) dengan saluran mana (media yang digunakan), (d) pada siapa (penerima/komunikan), dan (e) dengan efek apa. Apa yang dikemukakan Lasswell tersebut, dilengkapi dengan apa yang dikembangkan oleh Shannon dan Wever yang menyebutkan adanya gangguan dalam proses penyampaian pesan dari pemberi/komunikator pada komunikan/penerima. Gangguan tersebut bisa bersifat teknis, bisa juga bersifat psikologis. Ada juga yang menyebut gangguan bahasa semantis). Sekarang, kita perhatikan apa yang dikemukakan Shannon dan Weaber dalam gambar berikut ini.



               Pada Gambar 2.1, sumber informasi (komunikator) menyampaikan pesan melalui transmiter (media) yang kemudian diubah ke dalam sinyal elektromagnetik yang kemudian diterima pesannya melalui pesawat penerima sejauh tidak terjadi gangguan sehingga pesan bisa sampai pada penerima (komunikan).

            Berdasarkan uraian di atas, kita bisa mengutip Everette M. Roger (dalam Mulyana, 2005a: 62) bahwa komunikasi adalah “proses di mana satu ide dialihkan dari sumber kepada seorang penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka”. Definisi tersebut menggambarkan proses sekaligus tujuan dari proses tersebut, yang dalam ungkapan Lasswell dinamakan sebagai efek. Mulyana (2005a: 69) sendiri, setelah menguraikan berbagai definisi komunikasi kemudian menjelaskan bahwa komunikasi disebut proses karena merupakan kegiatan yang ditandai dengan tindakan, perubahan, pertukaran dan perpindahan.


Tuesday, February 4, 2020

Langkah- langkah Pembelajaran Membaca Permulaan Tanpa Buku


Langkah- langkah Pembelajaran Membaca Permulaan Tanpa Buku

Merekam bahasa murid. Bahasa yang digunakan di dalam percakapan mereka direkam untuk digunakan sebagai bahan bacaan. Karena bahasa yang digunakan sebagai bacaan adalah bahasa murid sendiri, murid tidak akan mengalami kesulitan.

Menampilkan gambar sambil bercerita. Guru memperlihatkan gambar sambil bercerita. Guru memperlihatkan gambar kepada murid sambil bercerita sesuai dengan gambar tersebut. Kalimat- kalimat yang digunakan guru dalam bercerita itu digunakan sebagai pola dasar bahan membaca

Contoh: Guru memperlihatkan gambar seorang anak yang sedang menulis, sambil bercerita. Ini Susi
Susi duduk di kursi
Ia sedang menulis surat, dst.

Kalimat- kalimat guru tersebut ditulis di papan tulis dan digunakan sebagai bahan bacaan.
3.      Membaca gambar
Contoh: Guru memperlihatkan gambar seorang ibu yang sedang memegang sapu, sambil mengucapkan kalimat “Ini ibu”. Murid melanjutkan membaca gambar tersebut dengan bimbingan guru.
4.      Membaca gambar dengan kartu kalimat. Setelah murid dapat membaca gambar dengan lancar, guru menempatkan kartu kalimat di bawah gambar. Untuk memudahkan pelaksanaanya, dapat digunakan media berupa papan selip atau papan flanel, kartu kalimat, kartu kata, dan kartu gambar. Dengan menggunakan kartu- kartu dan papan selip atau papan flanel, maka pada saat menguraikan dan menggabungkan kembali kartu- kartu tersebut akan lebih mudah.
5.      Membuat kalimat secara struktural (S). Setelah murid mulai dapat membaca tulisan di bawah gambar, sedikit demi sedikit gambar dikurangi sehingga mereka dapat membaca tanpa dibantu gambar. Dalam kegiatan ini media yang digunakan adalah kartu- kartu kalimat serta papan selip atau papan flanel. Dengan dihilangkannya gambar maka yang dibaca murid adalah:
Misalnya: ini bola adi
ini bola ali
ini bola tuti
6.      Proses analitik (A). Sesudah murid dapat membaca kalimat, mulailah murid menganalisis kalimat itu menjadi kata, kata menjadi suku kata, suku kata menjadi huruf.
Misalnya: ini bola
i ni bo la
i ni bo la
i n i b o l a
7.      Proses sintetik (S). Setelah murid mengenal huruf- huruf dalam kalimat yang diuraikan, huruf- huruf itu dirangkai lagi menjadi suku kata, suku kata menjadi kata, dan kata menjadi kalimat semula.
Misalnya: i n i b o l a
 i  ni  bo  la
   ini   bola
    ini bola
secara utuh, proses SAS tersebut sebagai berikut:
                            ini  bola
                     ini                  bola
                 i  ni                       bo  la
               i  n   i                     b  o  l  a
                 i  ni                       bo  la
                     ini                  bola
                             ini  bola

Sunday, February 2, 2020

Watak dan Karakter Berdasarkan Hari Kelahiran

Hai Gaes, gimana kabarnya nih. nah kali ini admin akan coba share tentang watak dan karakter seseorang berdasarkan dengan hari kelahiranya. coba deh kamu cocokin sama kamu.


1. Hari Senin
Royal, suka memberi dengan ikhlas, di waktu yang bersamaan maka mereka tidak bisa menyimpan uang, senang akan kebenaran, mudah tersinggung dan tidak pandai bicara.

2. Hari Selasa
Goyah dan mudah terpengaruh, kamu cenderung sulit mengambil keputusan penting, mudah marah, tidak ulet dan selalu mau menang sendiri.

3. Hari Rabu
Pendiam namun kalau sudah bicara tidak terduga, tidak suka mencampuri urusan orang lain, baik hati, suka menolong dan banyak rejeki.

4. Hari Kamis
Pendiriannya tidak tetap, suka dipuji, mudah emosi, mudah terbujuk oleh rayuan halus dan tidak sabaran.

5. Hari Jumat
Disukai orang banyak, kuat mental, suka menolong, suka memberi nasehat yang baik dan suka mempelajari ilmu pengetahuan

6. Hari Sabtu
Giat bekerja dan rajin, sehingga rejeki pun sering datang, ditakuti orang banyak, pandai menempatkan diri dan bisa menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawabnya dengan baik.

7. Hari Minggu
Mudah bergaul, favorit semua orang, suka merendahkan diri, pandai berbicara, berjiwa besar dan dapat mengatasi masalah yang dihadapiya dengan baik.


Gimana Gaes? udah cocok belum?

Filosofi Etika Bisnis -Mengikuti Cecak-

Filosofi bisnis mengikuti cecak

Cecak atau cicak adalah hewan reptil yang biasa merayap di dinding atau pohon. Cecak berwarna abu-abu, tetapi ada pula yang berwarna coklat kehitam-hitaman. Cecak biasanya berukuran sekitar 10 centimeter. Cecak bersama dengan tokek dan sebangsanya tergolong ke dalam suku GekkonidaeCecak biasa memakan serangga dan terutama nyamuk. Biasanya cecak hidup di dinding-dinding dan di atap rumah. Di alam cecak biasanya hidup pada tempat-tempat teduh. Makanan cecak adalah serangga terutama nyamuk. Pernahkah kita berpikir tentang cecak yang hanya bisa merayap dan tidak bisa terbang kecuali cecak terbang (khusus) tetapi makanannya adalah hewan yang dapat terbang. Bagaimana bisa hal itu terjadi? Kembali lagi kita harus berpikir dan mengamati kehidupan cecak tersebut yang selalu merayap-rayap di langit-langit rumah. Merayap-rayap ini adalah bagian dari suatu ikhtiar dari seekor cecak untuk mendapatkan makanan. Tetapi khan cecak tidak bisa terbang? Disinilah tangan Allah SWT yang bermain dan bekerja secara otomatis. Allah telah menetapkan rejeki kepada seluruh makhluk ciptaannya di dunia terutama manusia sesuai dengan Qodrat dan Iradat-Nya.

Filosofi Etika Bisnis -Mengikuti Laba-Laba-

Filosofi bisnis mengikuti laba-laba

Benang laba-laba itu ternyata lima kali lebih kuat dari baja dengan ketebalan sama dan memiliki gaya tegang 150 ribu kilogram per meter persegi. Seandainya berdiameter 30 cm, benang itu akan mampu menahan berat 150 mobil! Kehebatan benang tersebut telah menginspirasi ilmuwan untuk membuat jaket antipeluru dari bahan yang dinamakan Kevlar (hanya 1/10 kekuatan benang laba-laba). Laba-laba membuat jaring-jaring tersebut dengan pilinan yang teratur, sabar, tekun dan berhenti ketika dia merasa cukup yakin bahwa besaran jejaringnya dapat dengan mudah menjebak mangsanya. Ini adalah proses yang harus dilalui oleh seekor laba-laba. Begitu pula dalam bisnis supaya kita dapat mangsa yang baik (customer yang baik) maka kita harus terus menerus membentuk jaringan yang cukup luas melalui proses yang panjang, tekun, sabar dan mempunyai kepribadian yang baik sehingga pada akhirnya dengan sikap yang tenang maka customer akan menghampiri dan selalu membutuhkan kita karena kepribadian kita yang selalu memberi perhatian terhadap customer.

Friday, January 31, 2020

Proses Perubahan dan Pengembangan Kurikulum 6


Kelambanan perubahan dalam pendidikan

Terdapat beberapa penyebab kelambanan perubahan dalam dunia pendidikan. Pertama, pendidikan termasuk kurikulum belum cukup mempunyai dasar ilmiah. Sulit meramalkan dengan pasti apa yang akan terjadi bila dijalankan metode tertentu karena banyaknya variabel yang mempengaruhi hasil suatu tindakan pendidikan.
 Kedua, pendidikan termasuk kurikulum, tidak mempunyai petugas khusus yang bersedia memberi bantuan kapan saja diperlukan,
Ketiga, tak ada penghargaan khusus (insentif atau apa pun) bagi guru atau siapa saja yang mengadakan perbaikan, yang membedakannya dengan guru lain yang tidak melakukan perubahan apa-apa kecuali sekedar mengikuti tradisi atau kebiasaan.
Keempat, kebanyakan guru mempertahankan cara-cara lama yang telah teruji dan telah dikenalnya dengan baik dan dijalankan secara rutin.
Kelima, kurikulum yang uniform atau seragam menghambat ruang gerak guru untuk mengadakan perubahan dan menimbulkan kesan, seakan-akan setiap penyimpangan dari apa yang telah ditentukan dalam pedoman kurikulum akan dianggap sebagai pelanggaran.
Jadi dari kelima penyebab kelambanan perubahan dalam pendidikan dalam  pengawasan yang terlampau ketat dari atasan menghambat berkembangnya inisiatif dan kreativitas guru, serta menempatkannya sekadar menjadi tukang yang bekerja secara mekanis dan mengikuti rutinitas. Padahal, mengajar itu selalu merupakan suatu petualangan (adventure) penuh rahasia yang menarik untuk dipikirkan.

Proses Perubahan dan Pengembangan Kurikulum 5


Mengubah lembaga atau organisasi

Setiap organisasi mempunyai struktur sosial tertentu. Masing-masing orang mempunyai status dan  peran  tertentu yang  memberinya harga diri atau kekuasaan. Mengadakan perubahan dalam struktur  itu dapat mengancam kedudukan seseorang.
Menurut para ahli, rekayasa sosial (social engineering) dalam usaha mengadakan perubahan dapat dilalui empat langkah, yakni: menganalisis situasi, menentukan perubahan yang perlu diadakan, mengadakan perubahan itu, dan memantapkan perubahan itu. Sikap orang terhadap  perubahan  berbeda-beda. Ada yang dengan  mudah bersedia menerimanya, ada yang menentangnya terang-terangan atau diam-diam, ada pula yang tak acuh. Ada yang ikut-ikutan tanpa komitmen, dan ada pula yang ikut sekadar untuk mengamankan diri karena takut menghadapi sanksi. Dalam  menyebarkan perubahan perlu dicegah timbulnya polarisasi, yaitu pertentangan antardua pihak. Perubahan hanya dapat berhasil bila semua terlibat dan bekerja sama.

Proses Perubahan dan Pengembangan Kurikulum 4


Perubahan guru

Perubahan  kurikulum  tak akan dapat dilaksanakan tanpa adanya perubahan pada diri guru karena gurulah kunci dari keberhasilan sebuah inovasi kurikulum. Umumnya guru tidak mudah berubah karena kebiasaan lama itu sudah membuatnya aman dan nyaman. Suatu perubahan kerap dipandang sebagai persoalan baru yang mengharuskan guru memulai lagi, belajar lagi, mengujicobakan lagi, dan peerilaku lain yang menghadapkannya pada situasi baru.
Namun, apabila perubahan itu disadari oleh guru sebagai sebuah kebutuhan untuk mengatasi masalah dan  kekurangan yang dimilikinya, maka tanpa didorong- dorongpun ia akan berupaya untuk mencari cara untuk mengatasi persoalan tata kekurangan yang dirasakannya. Orang yang berkeinginan melakukan perubahan perlu berusaha untuk memicu dan membangkitkan kebutuhan perubahan itu pada diri guru-guru. Ia pun tidak boleh bertindak sebagai orang yang serba tahu dalam mengubah kelakuan guru. Hendaknya ia sebanyak mungkin melibatkan guru dalam proses perubahan  itu. Ia dapat bersama guru merumuskan masalah yang dihadapi yang akan dipecahkan bersama, mencari hipotesis atau alternatif, mengumpulkan data, mengambil keputusan, serta menguji-cobakan dan mengevaluasinya. Perubahan hendaknya disertai pengalaman yang kongkret. Dalam  proses itu perlu selalu diusahakan komunikasi yang terbuka, sehingga guru-guru bebas mengemukakan pendapatnya. la juga harus memposisikan dirinya dengan tepat dalam memandang guru: apakah sebagai orang yang kurang terdidik yang memerlukan latihan; makhluk psikologis yang dapat dibujuk; sebagai makhluk ekonomis yang harus diberi insentif dan uang; sebagai pegawai yang dapat dipaksa agar patuh; sebagai seorang profesional yang bertanggung jawab atas mutu profesinya; atau sebagai mahluk rasional yang dapat diajak berpikir dalam memecahkan masalah bersama.
Guru adalah  tokoh utama dalam  kelasnya. Metode yang meniadakan peranan guru dan terutama didasarkan atas bahan yang telah tersusun, tidak akan diterima guru dengan senang hati. Orang yang berperan sebagai pengubah kurikulum harus dapat bekerja sama, serta mempengaruhi orang dan memberi inspirasi. Ia harus mempunyai sensitivitas sosial, terbuka terhadap pikiran orang lain dan perubahan. Ia harus seorang profesional, tetapi tetap rendah hati dan tidak memamerkan diri.

Proses Perubahan dan Pengembangan Kurikulum 3


Bagaimana terjadinya perubahan

Menurut para ahli sosiologi, perubahan terjadi dalam tiga fase. Fase pertama, inisiasi, yaitu taraf permulaan ide perubahan itu dilancarkan, dengan menjelaskan sifat, tujuan, dan cakupan perubahan yang ingin dicapai. Kedua, fase legitimasi, yaitu ketika orang mulai menerima suatu perubahan. Ketiga, fase kongruensi, sewaktu orang mengadopsi perubahan tersebut dan menyamakan pendapatnya selaras dengan pikiran para pencetus, sehingga tidak terdapat perbedaan nilai lagi antara penerima dan pencetus perubahan.
Kesamaan pendapat dapat dibangun dengan menggunakan berbagai cara. Diantaranya melalui pemberian  motivasi, janji kenaikan gaji atau pangkat, memperoleh kredit, serta bersikap ramah, akrab, sabar, pengertian, serta mengajak berpatisipasi dan mengemukakan perubahan sebagai masalah yang dipecahkan bersama. Upaya lain yang juga dapat dilakukan misalnya melalui paksaan keras atau halus dengan menggunakan otoritas atau indoktrinasi. Namun demikian, perubahan akan lebih berhasil, apabila dari pihak guru merasa memerlukan perubahan itu, sehingga timbul hasrat untuk memperbaiki diri demi kepentingan bersama.
Perubahan yang terjadi atas paksaan dari pihak atasan, biasanya tidak dapat bertahan lama. Perubahan itu akan cepat luntur dan hanya diikuti secara formal dan lahiriah belaka. Menjadikan perubahan sebagai masalah, melibatkan semua yang terlibat dalam perumusan masalah, pengumpulan data, menguji alternatif, dan selanjutnya mengambil kesimpulan berdasarkan percobaan, dianggap akan lebih mantap dan meresap daiam hati guru. Akan tetapi, cara ini biasanya memerlukan waktu yang tak sebentar dan tenaga yang cukup banyak. Belum lagi, munculnya keinginan agar penerapan perubahan itu seragam pada semua sekolah. Akibatnya, perubahan itu sering dijalankan secara otoriter, indoktrinatif, serta mengabaikan kemampuan guru untuk berpikir sendiri dan menempatkan mereka hanya sebagai penerima perubahan saja. Cara ini efisien, namun dalam  jangka panjang tidak efektif. Bila ada perubahan atau pengembanngan baru, biasanya hal-hal positif yang sudah lama ditinggalkan akan sirna tanpa bekas.

Proses Perubahan dan Pengembangan Kurikulum 2


Perubahan dan pengembangan

Perubahan  tak selalu sama dengan pengembangan, akan tetapi pengembangan selalu mengandung  perubahan. Pengembangan berarti meningkatkan nilai atau mutu. Perubahan adalah pergeseran posisi, kedudukan atau keadaan, yang mungkin membawa perbaikan, akan tetapi dapat juga memperburuk keadaan. Anak yang mula-mula tak mengenal ganja, dapat berubah menjadi anak yang mengenalnya lalu terlibat dalam kejahatan. Perubahan di sini tidak membawa perbaikan. Namun demikian, pada umumnya niat perubahan dimaksudkan untuk menjadikan perbaikan.
Pengembangan selalu dikaitkan dengan penilaian. Pengembanngan diadakan untuk meningkatkan nilai. Pada suatu ketika kurikulum sepenuhnya dipusatkan pada anak, tetapi kemudian disadari pula bahwa anak tak dapat hidup terlepas dari masyarakat. Disadari bahwa dalam kurikulum tak dapat diutamakan hanya satu aspek saja, akan tetapi semua aspek: anak,masyarakat, maupun pengetahuan, secara berimbang.

Proses Perubahan dan Pengembangan Kurikulum 1


Makna perubahan kurikulum

Bila kita bicara tentang perubahan kurikulum, kita dapat bertanya dalam arti apa kurikulum digunakan?. Kurikulum dapat dipandang sebagai buku atau dokumen yang digunakan guru sebagai pegangan dalam proses belajar- mengajar. Kurikulum dapat juga dilihat sebagai produk yaitu apa yang diharapkan dapat dicapai siswa dan bagaimana proses mencapainya. Kurikulum dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang hidup dan berlaku selama jangka waktu tertentu dan perlu direvisi secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan jaman.
Kurikulum pun dapat ditafsirkan sebagai kenyataan yang terjadi di dalam kelas. Kurikulum dalam arti ini tak mungkin direncanakan sepenuhnya, serinci-rincinya, karena interaksi di dalam kelas selalu timbul hal-hal yang spontan dan kreatif yang tak selalu dapat diramalkan sebelumnya. Dalam konteks seperti ini, guru memiliki peluang yang lebih besar untuk menjadi pengembang kurikulum bagi kelas yang diasuhnya. Maka, kurikulum dapat dipandang sebagai cetusan  jiwa pendidik yang berusaha untuk mewujudkan cita- cita, nilai- nilai yang  tertinggi dalam perilaku anak- didiknya. Kurikulum ini sangat erat hubungannya dengan kepribadian guru.

Kurikulum yang  formal  relative  lebih terbatas daripada kurikulum yang riil. Kurikulum riil bukan sekadar dari  buku  pedoman, melainkan segala sesuatu yang dialami anak di dalam dan di luar  kelas,  termasuk ruang olah raga, warung sekolah, tempat bermain, karyawisata, dan banyak kegiatan lainnya. Kurikulum riil berkaitan dengan keseluruhan kehidupan anak sepanjang bersekolah. Mengubah  kurikulum dalam  arti yang luas ini jauh lebih pelik, sebab menyangkut banyak  variabel. Perubahan kurikulum di sini berarti mengubah semua yang terlibat di dalamnya, yaitu guru sendiri, murid, kepala sekolah, penilik, orang tua, dan masyarakat yang berkepentingan dengan pendidikan sekolah. Ini berarti perubahan kurikulum adalah perubahan sosial atau curriculum change is a social change.

Peran Pengembangan Kurikulum

1. Peran konservatif
Kurikulum mempunyai peran konservatif, yakni kurikulum berperan sebagai salah satu instrumen untuk mengkonservasikan kebudayaan suatu bangsa. Tanpa kurikulum yang baik, kebudayaan suatu bangsa bisa sirna dalam sekejap karena tidak ada institusi yang melestarikannya. Dengan mencantumkannya dalam kurikulum, kebudayaan suatu bangsa diharapkan dapat diwariskan kepada
generasi berikutnya sehingga anak cucu bangsa tersebut minimal mengetahui adanya kebudayaan nenek moyangnya.


2. Peran kritis dan evaluatif
Kurikulum juga memiliki peran kritis dan evaluatif. Maksudnya, kurikulum dapat dengan kritis menilai dan mengevaluasi keberadaan kebudayaan nenek moyangnya untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan tersebut. Apabila dipandang ada unsur-unsur kebudayaan yang kurang baik, misalnya, maka generasi berikutnya dapat memilah- milah mana unsur kebudayaan yang dapat diterapkan dan dilestarikan, dan mana unsur kebudayaan yang dapat diabaikan karena kurang sesuai dengan perkembangan jaman.

3. Peran kreatif
Kurikulum juga mengemban peran kreatif. Maksudnya, kurikulum harus mampu menciptakan kreasi-kreasi baru dalam kaitannya misalnya, dengan kebudayaan yang berkembang dalam masyarakat sehingga kebudayaan tersebut lebih sesuai dengan perkembangan jaman dan tuntutan masyarakatnya.

Hakikat Pengembangan Kurikulum


Kurikulum disusun agar dunia pendidikan dapat  memenuhi tuntutan yang berkembang dalam masyarakat. Jika masyarakatnya berubah, maka kurikulumnya juga harus ikut berubah. Jika kurikulum tidak berubah, maka sebuah layanan pendidikan hanya akan menghasilkan produk didik yang mandul, yang pada akhirnya akan ditinggal-kan oleh masyarakat sebagai salah satu stakeholder
pendidikan.
Secara teoritis, pengembangan kurikulum dapat terjadi kapan saja sesuai dengan kebutuhan. Salah satu kebutuhan yang harus diperhatikan dalam kurikulum adalah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perilaku kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Semua itu hendaknya tercermin dalam kurikulum dalam setiap jenjang pendidikan yang ada. Munculnya undang- undang baru membawa implikasi baru terhadap paradigma dalam dunia pendidikan. Kondisi yang terjadi saat ini dan antisipasi terhadap keadaan masa yang menuntut perbagai penyesuaian dan perubahan kurikulum yang digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan.

Hakikat dan Prinsip Pengembangan Kurikulum


Pendahuluan

Bahwa kurikulum merupakan suatu program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan tertentu. Oleh karena itu, setiap ada perubahan tujuan atau faktor lain yang mempengaruhi tercapainya tujuan, kurikulum pun akan mengalami perubahan. Mengingat kondisi masyarakat yang selalu berubah, maka kurikulum harus luwes untuk mengalami penyesuaian sesuai dengan perkembangan dan tuntutan masyarakatnya. Perubahan yang dimaksudkan di sini diharapkan perubahan yang menuju pada pengembangan, bukan sebaliknya.  Mengingat kondisi masyarakat yang selalu berubah, maka kurikulum harus luwes untuk mengalami penyesuaian sesuai dengan perkembangan dan tuntutan masyarakatnya. Perubahan yang dimaksudkan disini diharapkan perubahan yang menuju pada pengembangan. Kurikulum sebenarnya kurikulum memiliki dua kegiatan yang saling terkait, yaitu pengembangan dan pembinaan kurikulum. 

Pengembangan kurikulum merupakan kegiatan untuk menghasilkan kurikulum, sedangkan pembinaan merupakan kegiatan pelaksanaan dan pemantauan pelaksanaannya. Fungsi pengembangan kurikulum adalah menghasilkan kurikulum, sedangkan pembinaan berfungsi untuk mempertahankan dan menyempurnakan kurikulum yang sudah ada supaya hasilnya maksimal. Dilihat dari sifatnya, pengembangan bersifat konseptual, sedangkan pembinaan bersifat material. Subunit 1 membahas konsep dasar pengembangan kurikulum, dan Subunit 2 akan menjelaskan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum. Melalui sajian pada kedua subunit ini, diharapkan dapat:

1. menjelaskan hakikat pengembangan kurikulum;
2. menjelaskan fungsi dan peranan pengembangan kurikulum;
3. menjelaskan asas-asas pengembangan kurikulum; serta
4. menjelaskan prinsip pengembangan kurikulum.

Monday, December 15, 2014

VIRUS DAN ANTIVIRUS !!!!



VIRUS !!! Apa yang ada dibenak rekan-rekan semua saat mendengar kata tersebut?? Sudah pasti hal yang paling tidak diingankan hadir di kehidupan kita kan? Asekk… Seperti pengalaman admin sendiri yang pernah “dikerjai” oleh virus beberapa kali, hingga harus meng-instal ulang computer untuk beberapa kali. Beberapa hal yang pernah terjadi pada computer admin adalah ketika admin mau print skripsi di rental computer di area kampus, karena sudah sangat tergesa-gesa, yang penting colok dan print, tanpa melihat situasi/keadaan computer pada rental tersebut. Setelah di print, oke fine,, admin seneng-seneng aja sih,,hahaha.. tapi….. waktu sampai di rumah dan colok flashdisk ke computer admin, tiba-tiba seluruh file yang ada pada flashdisk tersebut berubah menjadi shortcut. Kaget? Iya Shock? Banget,, kenapa?? Karena ada beberapa file yang belum sempat di backup admin. Nah, dari kejadian di atas, sangat penting bahwa untuk membackup data kita baik di computer, flashdisk lain, atau penyimpanan virtual seperti google drive. Nah admin akan bahas tentang penyimpanan virtual pada kesempatan lainya ya..

Yap.. kita masuk ke bahasan tentang VIRUS, pada artikel berikut ini akan dibahas beberapa macam virus yang biasa menyerang computer/laptop kita dan akan membahas antivirus yang biasa digunakan di computer kita. Virus sendiri adalah suatu program computer biasa, tetapi memiliki perbedaan dengan program-program lainya. Viru ini dibuat untuk menulari, mengubah, memanipulasi, bahkan dapat merusak program-program lainya.  Berikut akan saya paparkan beberapa virus yang biasa menyerang computer kita :

      1.      Discusx.vbs
   Ukuran dari virus ini sekitar 4.800 bytes. Virus ini akan menginfeksi di beberapa drive computer/laptop termasuk juga flashdisk. Biasanya komputer yang terinfeksi akan membuat file autorun.inf dan system32.sys.vbs pada root drive tersebut.

      2.      Reva.vbs
      Virus ini mencoba menyebarkan dirinya ke setiap drive komputer termasuk dalam flashdisk anda. Pada drive yang terinfeksi, akan terdapat file reva.vbs, autorun.inf, dan shaheedan.jpg. Selain itu, virus itu akan mengubah halaman default dari windows explorer agar mengarah ke situs www.arrahmah.com .

      3.      XFly
       Virus ini memiliki ukuran 143.360 bytes. Virus ini juga dapat menyamar sebagai folder, file mp3 winAmp atau yang lainya dengan cara mengubah secara langsung resource icon yang ada pada tubuhnya. Virus ini menyebabkan layar hitam + pesan dari pembuat virus pada monitor pada jam 12.30, 16.00, atau 20.00.

      4.      Explorea
       Virus yang berukuran sekitar 167.936 bytes ini menyerang Registry Windows dengan mengubah default open dari beberapa extension seperti .LNK, .PIF, .BAT, .COM. pada komputer yang terinfeksi, akan memunculkan pesan eror seperti contoh pada saat membuka system properties.

      5.      Gen.FTE
      Virus ini dapat menghilangkan beberapa menu di Start Menu juga akan memblok akses ke Task Manager, Command Prompt.

      6.      Hampa
       Virus ini dibuat menggunakan Visual Basic dan ber-icon folder memiliki ukuran sekitar 110.592 bytes. Virus ini menyebabkan perubahan yang di buat pada Windows, seperti Registry, File System, serta pada saat memulai Windows, akan muncul pesan dari pembuat virus.

      7.      ForrusWaitme
     Virus ini menggunakan icon mirip folder standard windows untuk melakukan penyamaran. Beberapa efeknya dalah menukar fungsi tombol mouse kiri dengan kanan, menghilangkan menu folder option, membuat file pesan “baca saya.txt” pada drive terinfeksi.

Berikut pemaparan admin tentang beberapa jenis-jenis virus yang beredar di jaringan komputer anda atau siapa saja. Setelah ini admin akan membahas tentang antivirus, antivirus adalah aplikasi atau alat yang digunakan untuk memproteksi komputer dari serangan virus. Selain itu, antivirus juga dapat men-scan komputer untuk mendeteksi adanya gangguan virus, setelah itu ada beberapa tindakan yang bisa anda pilih untuk memperlakukan virus tersebut seperti dikarantina, dihapus, dan dibiarkan saja. Berikut beberapa antivirus yang biasa dipakai oleh pengguna komputer

      1.      Kaspersky
     Kelebihan dari antivirus ini adalah Komponen Proactive Defense merupakan kelebihan utama antivirus ini. Dibuat dengan tujuan untuk menganalisa kebiasaan program terinstall, memonitor perubahan di system registry tracking macros, dan mencegah ancaman tersebunyi. Selain itu, Kaspersky memiliki kekurangan dalam hal proses start awal program yang memakan waktu cukup lama serta proses scanning dan update virus yang lama.



2.      Avira
Antivirus ini pasti sudah familiar ditelingan anda-anda semua. Avira memiliki kelebihan yaitu tidak terlalu protektif terhadap aplikasi-aplikasi yang dijalankan oleh komputer, dijalankan sebagai proses background, memeriksa setiap file yang dibuka atau ditutup. Memungkinkan dapat mendeteksi dan menghapus rootkits, serta update secara offline yang mudah. Kekurangan dari Avira ini adalah memblokir seluruh file autorun.inf yang bukan termasuk dalam kateogori virus sehingga akan sedikit mengganggu program. System update langsung yang cukup lama.



3.      AVG
AVG sudah memiliki fitur yang lengkap perihal keamanan, sehingga system proteksi pada AVG diilai lengkap dan canggih. Kelebihan AVG adalah LinkScanner, yaitu menscan tautan pranala saat surfing di internet. LinkScanner berfungsi baik pada peramban Mozila Firefox serta IE (Internet Explorer). Selain itu, AVG juga memiliki fitur anti rootkit. Kelemahan AVG adalah sebagian besar virus hanya dapat dikarantina tidak untuk dihapus pada saat pendeteksian.



4.      Norton
Antivirus ini bekerja cepat, dan dapat dipakai diberbagai windows dari 32 bit hingga 64 bit. Kelemahan dari antivirus ini adalah sangat overprotektiv.




5.      MSE (Microsoft Security Essential)
MSE ini sangatlah ringan dan mudah digunakan karena gratis, tidak ada proses registrasi yang membutuhkan penagihan atau pengumpulan informasi pribadi. System update yang lama menjadikan kelemahan antivirus MSE ini.



6.      McAfee
McAfee dilengkapi dengan fitur setting agar anak-aanak dapat bermain bebas di internet namun tetap dapat dikontrol menuju website tertentu. Melindungi secara menyeluruh dari gangguan hacker. Kelemahannya adalah update lama, dan sangat berat apabila diinstall pada komputer dibawah dual core.



7.      Avast!
Avast! Bekerja sangat teliti dengan tampilan yang sederhana sehingga tidak memberatkan proses kerja komputer. Kelemahan avast adalah memakan waktu cukup lama dalam scaning, serta false alarm yang cukup banyak.





8.      NOD32
Antivirus ini adalah yang paling ringan diantara yang lainya. NOD32 selain sangat ringan, dalam proses scanningnya juga sangat cepat. Antivirus ini sangat overprotektiv dan belum tersedia update offline nya.



9.      Smadav
Antivirus loka ini sangatlah ringan, dapat dipakai di berbagai macam windows. Antivirus ini sangat digemari, karena dapat membetulkan segala file hidden akibat virus shortcut dengan cepat. Smadav juga baik digunakan sebagai pelengkap antivirus lainya.




sumber :
http://www.ukm.my/ptjzon3/?page_id=402

http://saputrawijayatkj.blogspot.com/p/antivirus-bitdefender-bitdefender.html
loading...