Tuesday, February 4, 2020

Langkah- langkah Pembelajaran Membaca Permulaan Tanpa Buku


Langkah- langkah Pembelajaran Membaca Permulaan Tanpa Buku

Merekam bahasa murid. Bahasa yang digunakan di dalam percakapan mereka direkam untuk digunakan sebagai bahan bacaan. Karena bahasa yang digunakan sebagai bacaan adalah bahasa murid sendiri, murid tidak akan mengalami kesulitan.

Menampilkan gambar sambil bercerita. Guru memperlihatkan gambar sambil bercerita. Guru memperlihatkan gambar kepada murid sambil bercerita sesuai dengan gambar tersebut. Kalimat- kalimat yang digunakan guru dalam bercerita itu digunakan sebagai pola dasar bahan membaca

Contoh: Guru memperlihatkan gambar seorang anak yang sedang menulis, sambil bercerita. Ini Susi
Susi duduk di kursi
Ia sedang menulis surat, dst.

Kalimat- kalimat guru tersebut ditulis di papan tulis dan digunakan sebagai bahan bacaan.
3.      Membaca gambar
Contoh: Guru memperlihatkan gambar seorang ibu yang sedang memegang sapu, sambil mengucapkan kalimat “Ini ibu”. Murid melanjutkan membaca gambar tersebut dengan bimbingan guru.
4.      Membaca gambar dengan kartu kalimat. Setelah murid dapat membaca gambar dengan lancar, guru menempatkan kartu kalimat di bawah gambar. Untuk memudahkan pelaksanaanya, dapat digunakan media berupa papan selip atau papan flanel, kartu kalimat, kartu kata, dan kartu gambar. Dengan menggunakan kartu- kartu dan papan selip atau papan flanel, maka pada saat menguraikan dan menggabungkan kembali kartu- kartu tersebut akan lebih mudah.
5.      Membuat kalimat secara struktural (S). Setelah murid mulai dapat membaca tulisan di bawah gambar, sedikit demi sedikit gambar dikurangi sehingga mereka dapat membaca tanpa dibantu gambar. Dalam kegiatan ini media yang digunakan adalah kartu- kartu kalimat serta papan selip atau papan flanel. Dengan dihilangkannya gambar maka yang dibaca murid adalah:
Misalnya: ini bola adi
ini bola ali
ini bola tuti
6.      Proses analitik (A). Sesudah murid dapat membaca kalimat, mulailah murid menganalisis kalimat itu menjadi kata, kata menjadi suku kata, suku kata menjadi huruf.
Misalnya: ini bola
i ni bo la
i ni bo la
i n i b o l a
7.      Proses sintetik (S). Setelah murid mengenal huruf- huruf dalam kalimat yang diuraikan, huruf- huruf itu dirangkai lagi menjadi suku kata, suku kata menjadi kata, dan kata menjadi kalimat semula.
Misalnya: i n i b o l a
 i  ni  bo  la
   ini   bola
    ini bola
secara utuh, proses SAS tersebut sebagai berikut:
                            ini  bola
                     ini                  bola
                 i  ni                       bo  la
               i  n   i                     b  o  l  a
                 i  ni                       bo  la
                     ini                  bola
                             ini  bola

No comments:

Post a Comment

loading...