Wednesday, July 10, 2013

Makalah "Agama VS Internet"


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Sekarang ini teknologi sudah sangatlah maju, apalagi dengan adanya kecanggihan teknologi INTERNET, kebanyakan manusia sekarang sudah mengenal, memahami dan menggunakan internet. Keadaan ini terjadi karena aspek-aspek dasar dari manfaat internet bagi penggunanya. Misalnya kita bisa mencari informasi yang kita butuhkan dengan cepat dan memperoleh informasi yang komplit dan lengkap.
Pengertian dan persepsi yang berbeda mengenai masalah internet sering menimbulkan ketidak harmonisan dalam kehidupan manusia. Akibatnya seringkali terjadi kekurang tepatan dalam menerapkan berbagai perangkat peraturan, yang justru mengantungkan manusia dalam kegiatanya atau bekerja, dengan kata lain manusia dapat menjadi malas berfikir dalam menyelesaikan pekerjaanya karena sudah menjadi ketergantungan dalam  penggunaan internet untuk menyelesaikan pekerjaanya. Selain itu, internet  dalam agama juga bisa membuat kontroversi manusia contohnya banyaknya data-data yang beredar yang tidak kita butuhkan atau menyesatkan, artikel-artikel yang membuat kita kurang mempercayai akan iman kita. Jadi, suatu teknologi dapat meningkatkan keimanan kita, dan teknologi juga dapat menurunkan keimanan kita.
Tetapi  dilain hal dari ketergantungan, manusia memang sangat membutuhkan internet dalam kehidupannya, manusia juga masih membutuhkan tentang kemajuan teknologi agar  dapat memperbanyak dan menambah wawasan pengetahuan.

 
BAB II
ISI

A.    KEKRISTENAN adalah RASIONAL
Pertama perlu ditegaskan adalah kekristenan sangat rasional, bahkan rasionalitas Firman SEHARUSNYA menjadi penilai dan hakim bagi semua hukum rasionalitas di dunia. Mungkin kalimat ini terlalu berani. Bukankah dunia logika bisa terlepas dari rasionalitas kristen? Adakah pembagian logika duniawi dan logika surgawi? Tentu saja tidak. Merupakan hal kontradiksi jika ada pembagian logika duniawi ( yang dipakai orang non percaya) dengan logika surgawi ( yang memakai hikmat Roh Kudus). Masalah rasionalitas adalah masalah ketaatan pada presuposisi, atau berlandaskan kepada fondasi mana? Rasionalitas anda akan dinilai pada ketaatan dan konsistensi anda dalam peletakan presuposisi anda. 
Orang kristen melandaskan pada fondasi Firman. Fondasi Firman adalah penentu awal dan penentu akhir segala kebenaran. Tetapi di zaman modern, orang kristen terlalu takut dengan klaim kebenaran dunia, khususnya dari sains dan budaya relativitas. Kalau berbicara masalah iman, ketika dilawankan dengan sains, orang kristen menjadi mundur. Dan menyerahkan penilaian kepada rasio yang tercemar oleh dosa untuk menilai kebenaran Firman. Mengapa? Karena TIDAK ILMIAH. Ketika bertemu dengan kata TIDAK ILMIAH, kita menjadi ciut. Mengapa? Karena keilmiahan menentukan kebenaran. Suatu fakta atau kesimpulan dikatakan benar jika ada unsur keilmiahan, misalnya ada penelitian, penarikan silogisme dan eksperimen berulang. Bukankah iman tidak bisa diteliti? Bukankah iman kristen tidak bisa dieksperimenkan berulang-ulang? Karena itu, iman kristen tidak logis. Maka, tidak benar. Benarkah kesimpulan ini? Tentu tidak. Darimana kebenaran ilmiah itu datang? Bukankah itu datang dari KESEPAKATAN para ahli? Bukankah itu adalah PARADIGMA KEBENARAN yang dibentuk oleh zaman?
Hukum Mekanika dan gravitasi oleh Newton adalah hukum PASTI yang berlaku di dunia. Itu PASTI BENAR. Membantahnya berarti mengingkari hukum alam semesta. Tetapi apakah itu kebenaran seluruhnya? Bukankah munculnya hukum relativitas membuktikan bahwa hukum Newton kurang memadai jika diterapkan pada seluruh alam semesta? Apakah hukum relativitas adalah hukum PALING BENAR? Seandainya ada hukum sains yang mengklaim kebenaran mutlak, maka seluruh penelitian dan dasar ilmu sains akan berhenti. Kebenaran sains HARUS kebenaran relatif, karena akan dibantah atau diperbaiki oleh kesimpulan baru yang diteliti setiap saat. Apakah kebenaran sains yang rapuh dapat menjadi penentu bagi kebenaran mutlak? 
Mengenai verifikasi kebenaran yang mengharuskan adanya suatu sistem untuk bisa menjelaskan secara logis semua unsur-unsur dan komponen untuk dianalisa. Kebenaran sains adalah kebenaran yang harus diverifikasi, dalam arti dapat dinilai dengan suatu STANDAR. STANDAR apakah itu? Standar metode ilmiah. Apakah standar tersebut dapat dipakai untuk menilai semua kebenaran? Jadi, siapa yang menyatakan bahwa iman kristen tidak benar karena tidak bisa diverifikasi, maka kalimatnya sendiri mesti diverifikasi supaya bisa benar. Standar verifikasi dari dunia keilmuan seringkali bias, bahkan standar verifikasi harus diverifikasi terus menerus sesuai dengan kebutuhan zaman. Jadi, apakah kebenaran sains itu mutlak? Tidak. 
Lalu apakah ada kebenaran mutlak? Tentu. Kebenaran yang benar adalah kebenaran yang tidak membutuhkan apapun untuk membuat dia jadi benar. Untuk membantah kebenaran suatu hal, anda harus mengacu pada kebenaran mutlak. Ketika seseorang dengan yakin berkata : " TIDAK ADA KEBENARAN ABSOLUT." Ia harus mengakui ada kebenaran absolut pada kalimatnya, barulah kalimatnya bisa menjadi benar.
Karena kalau tidak, pernyataannya menjadi salah. Anda mesti memutlakkan diri atau memutlakkan objek lain supaya bisa menilai segala sesuatu. Dalam bahasa iman, anda harus mengakui : Allah adalah kebenaran mutlak, atau manusia adalah kebenaran mutlak. Pernyataan terakhir menunjukkan adanya kuasa dosa yang membuat manusia ingin menajdi Allah. Jadi, dalam kekristenan, hanya ada dua hal : ciptaan yang terpisah dari pencipta dan ciptaan yang bergantung pada pencipta. Ciptaan adalah relatif, karena bergantung pada kemutlakan pencipta. Karena itu, manusia berdosa memutlakkan dirinya melawan Tuhan. 

B.     IMAN KRISTEN adalah IMAN YANG MENGERTI
Iman kristen adalah iman yang mencari pengertian. Iman kristen adalah mengerti bahwa Allah adalah pencipta dan kebenaran mutlak. 
Ibrani 11:3 Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.
Jadi iman kristen adalah iman rasional, bukan iman membabi buta. Bukan iman kosong. Bukan iman sekedar iman. Karena itu, iman kristen dapat memakai hukum logika untuk menilai segala pernyataan di dunia. Iman kristen tidak melawan hukum logika. Justru iman adalah landasan segala pengetahuan. Tidak ada pengetahuan tanpa iman.
Amsal 1:7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.
Permulaan pengetahuan harus didahului oleh takut akan Tuhan. Karena segala pengetahuan tanpa dasar rohani akan sia-sia, khususnya di hadapan Yang Maha Kuasa. 
Jadi, apakah kebenaran sains dapat menjadi penentu kebenaran iman? Tentu tidak. Justru rasionalitas iman kristen harus menjadi penilai dan penentu kebenaran di tengah zaman ini. 

C.    ILMU PENGETAHUAN
Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.

D.    IMAN DAN SAINS
Kebenaran karena sains adalah kebenaran mutlak. Kebenaran karena iman itu adalah kebenaran relatif. Karena itu, kebenaran sains bisa menilai kebenaran iman. Karena itu, kebenaran sains berada di atas kebenaran iman. Benarkah klaim kalimat di atas? Meskipun secara tersurat kalimat di atas jarang ditulis, tetapi bukankah dalam praksisnya, hampir semua ilmuwan dan bahkan orang kristen berpikir demikian? Ketika berbicara tentang Tuhan, kitab suci, iman, kekudusan, bukankah itu TIDAK MASUK AKAL? Bukankah itu tidak benar karena susah diverifikasi oleh logika?

E.     PENGERTIAN INTERNET
Perkembangan besar Internet pertama adalah penemuan terpenting ARPA yaitu packet switching pada tahun 1960. Packet switching adalah pengiriman pesan yang dapat dipecah dalam paket-paket kecil yang masing-masing paketnya dapat melalui berbagai alternatif jalur jika salahsatu jalur rusak untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Packet switching juga memungkinkan jaringan dapat digunakan secara bersamaan untuk melakukan banyak koneksi, berbeda dengan jalur telepon yang memerlukan jalur khusus untuk melakukan koneksi. Maka ketika ARPANET menjadi jaringan komputer nasional di Amerika Serikat pada 1969, packet switching digunakan secara menyeluruh sebagai metode komunikasinya menggantikan circuit switching yang digunakan pada sambungan telepon publik.
Perkembangan besar Internet kedua yang dicatat pada sejarah internet adalah pengembangan lapisan protokol jaringan yang terkenal karena paling banyak digunakan sekarang yaitu TCP/IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protocol). Protokol adalah suatu kumpulan aturan untuk berhubungan antarjaringan. Protokol ini dikembangkan oleh Robert Kahn dan Vinton Cerf pada tahun 1974. Dengan protokol yang standar dan disepakati secara luas, maka jaringan lokal yang tersebar di berbagai tempat dapat saling terhubung membentuk jaringan raksasa bahkan sekarang ini menjangkau seluruh dunia. Jaringan dengan menggunakan protokol internet inilah yang sering disebut sebagai jaringan internet.
Jaringan ARPANET menjadi semakin besar sejak saat itu dan mulai dikelola oleh pihak swasta pada tahun 1984, maka semakin banyak universitas tergabung dan mulailah perusahaan komersial masuk. Protokol TCP/IP menjadi protokol umum yang disepakati sehingga dapat saling berkomunikasi pada jaringan internet ini.
Perkembangan besar Internet ketiga adalah terbangunnya aplikasi World Wide Web pada tahun 1990 oleh Tim Berners-Lee. Aplikasi World Wide Web (WWW) ini menjadi konten yang dinanti semua pengguna internet. WWW membuat semua pengguna dapat saling berbagi bermacam-macam aplikasi dan konten, serta saling mengaitkan materi-materi yang tersebar di internet. Sejak saat itu pertumbuhan pengguna internet meroket.

F.     KELEBIHAN INTERNET
  1. Internet memberikan sambungan (konektivitas) dan jangkauan yang sangat luas sehingga akses data dan informasi tidak dibatasi waktu, tempat, dan negara.
  2. Akses infromasi di internet tidak dibatasi oleh waktu karena dunia maya yang dihadirkan secara global tidak perneh tidur. Dengan kata lain, kita dapat melakukan pencarian informasi melalui internet kapan saja selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.
  3. Akses informasi melalui internet lebih cepat bila dibandingkan dengan mencari informasi pada halaman-halaman buku-buku di perpustakaan. Kita tinggal mengklik icon tertentu, maka apa yang kita inginkan akan muncul di layar monitor komputer kita.
  4. Internet juga menyediakan kegiatan pembelajaran interaktif seperti fasilitas elearning yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga tertentu yang dapat meningkatkan kemampuan intelektual kita, seperti sekolah menulis online, dsb. Tentu saja dengan menjadi anggota pada kegiatan tersebut dan mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh lembaga tersebut.
  5. Kita dapat berdiskusi dengan teman-teman sebaya atau setingkat mengenai berbagai hal jika kita memasuki mailing list atau melakukan chatting.
  6. Dibandingkan dengan membeli buku atau majalah asli, penelusuran informasi melalui internet jauh lebih murah. Apalagi pada saat ini banyak situs yang menyediakan jasa informasi secara cuma-cuma. Kita btinggal mengunduh atau mencetak informasi yang kita butuhkan
G.    KELEMAHAN INTERNET
Dewasa ini kehidupan kita semakin intim dengan internet. dan kini internet dijadikan juga sebagai salah satu media pendukung kegiatan belajar. internet memang memiliki kelebihan dalam mendukung proses belajar, namun juga memiliki kelemahan. berikut ini adalah kelemahan-kelemahan internet:
  • Informasi yang tersedia di internet sangat besar jumlahnya, namun tidak semuanya kita butuhkan.
  • internet bersifat interaktif dengan menyediakan banyak sekali link-link menuju situs tertentu yang terkadang membuat kita menggoda untuk mengkliknya yang justeru membuat pencarian informasi kita terbengkalai dan lepas kendali.
  • salah satu kelemahan internet yang sangat terasa dan sangat mengganggu adakah resiko terkena virus komputer yang mudah menyebar, baik melalui email maupun melalui file-file yang kita unduh.
  • internet memiliki ketergantungan pada jaringan telepon dan ISP yang berdampak pada kecepatan akses dan biaya pemakaian
H.    RELASI AGAMAN DI DUNIA SIBER (INTERNET)
Agama sudah menjangkau secara luar biasa di ranah dunia siber. Secara online dalam hitungan detik, siapapun dapat mengkases semua hal tentang agama; mulai dari sejarah, kitab suci, aturan-aturan, kode etika, sampai tata cara kredo. setiap harinya jutaan orang Amerika mengakses internet demi tujuan religius atau spiritual.
Bahkan agama menjadi sangat praktis karena seluruh pertanyaan-pertanyaan spiritual dapat ditemukan di dunia siber seketika itu juga entah itu melalui surat elektronik, grup diskusi, membaca laman di situs internet atau bisa juga mengunduh file.
Sama halnya dengan keberadaan guru spiritual. Sosok fisik ini tergantikan dengan sosok virtual. Bagaimana melakukan ibadah dan mengucapkan doa-doa yang benar, sebagai misal, dapat dilakukan dengan mengunduh file-file audio visual tetang hal tersebut sehingga pengguna internet dapat melihat dan mendengar secara langsung. Di dunia siber siapapun bisa mengabaikan sosok fisik guru spiritual (ulama, pendeta, pastur, biksu, dan sebagainya) yang selama ini dianggap ahli dan memiliki kapabilitas dalam mengajarkan segala sesuatunya mengenai agama, dan menggantikannya dengan mengakses internet.
Tiga elemen penting dalam agama, yaitu kepercayaan akan sesuatu dan bersifat sakral, praktek agama (ritual), dan kehidupan beragama dalam komunitas global. Elemen pertama, setiap agama di dunia ini tentunya memiliki asas kepercayaan akan sesuatu dan bersifat sakral. Dalam kehidupan beragama, segala apa yang berasal dari kitab suci terekspresikan secara naratif dan menuntut tanggung jawab untuk memercayainya. Pernyataan-pernyataan seperti Tuhan, surga-neraka, kehidupan setelah kematian, karma, reinkarnasi, atau perbuatan baik-buruk merupakan bagian dari agama yang bersifat kepercayaan akan sesuatu yang sakral.
Di dunia siber, hal-hal yang berkaitan dengan kepercayaan dan bersifat sakral sangat mudah didapat. Misalnya kata ‘Allah’, jika kita memasukkan kata tersebut ke  mesin pencari seperi Google, maka hanya dalam hitungan 0.16 detik saja kita sudah mendapatkan sekitar 51,2 juta halaman situs yang memuatnnya. Sementara ‘God’ terpapar di sekitar 354 juta hanya dalam hitungan 0.18 detik.
Ritual keagamaan, elemen kedua Durkheim, merupakan prasayarat dan penggambaran nyata dari pemeluk agama. Seseorang baru dikatakan beragama apabila ia telah melakukan kredo atau upacara keagamaan yang sifatnya ritual. Masing-masing agama memiliki tata cara maupun ritual tersendiri, yang merupakan kombinasi antara kehidupan spiritual dan material. Salat di masjid, pergi ke gereja, mengunjungi vihara, atau tempat-tempat suci lainnya yang dipakai untuk melakukan ibadah merupakan contoh kecil dari pelaksanaan ritual keagamaan.
Secara online, pengguna internet dapat mengakses informasi mengenai ritual keagamaan dan tata cara melakukannya. Sehingga pengguna internet merupakan bagian dari pemeluk agama dunia yang melakukan kredo kegamaan yang sama. Bukankah berhubungan dengan-Nya bisa dilakukan di mana dan kapan saja? Sedangkan elemen terakhir, kehidupan beragama dalam komunitas global. Menurut Durkheim, dalam kehidupan beragama ada interaksi di antara pemeluk agama dalam sebuah struktur sosial tertentu. Dari hubungan inilah muncul, salah satunya, ritual dan simbol-simbol keagamaan. Dilihat dari sistem, agama juga membuat hubungan secara erat dan berstruktur antara individu dengan sistem sosial di mana mereka mengembangan diri. Bahkan para ahli sosiologis menyatakan bahwa institusi keagamaan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan komunitas sosial di dunia.
Misalnya, seorang mulism menginterpretasikan pandangannya tentang dunia dan bertingkah laku sesuai dengan kultur yang dihasilkan dari jaringan kehidupan sosialnya dan institusi, kepercayaan, serta praktek dari orang-orang yang berbeda agama. Kondisi ini yang dimaksud dengan proses globalisasi.













BAB III
KESIMPULAN
Dalam masa globalisasi, akan banyak sekali perubahan yang terjadi di Dunia ini, khusunya di bidang Informasi dan Pengetahuan, yaitu Internet, yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, akan tetapi Internet memiliki banyak kelebihan dan kekurangan, dalam bidang agama. Internet dapat memudahkan kita dapat lebih mempercayai kepercayaan kita lewat internet, dan mempermudah kita untuk belajar tentang agama kita, akan tetapi, Internet juga dapat membuat kontroversi manusia contohnya banyaknya data-data yang beredar yang tidak kita butuhkan atau menyesatkan, artikel-artikel yang membuat kita kurang mempercayai akan iman kita. Jadi, bagaimana kita dapat menyikapi akan keberadaan Internet yang bisa kita manfaatkan dengan kegiatan positif maupun negatif.

Ilmu (Ilmu Pengetahuan)


Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.

Pendidikan Kewarganegaraan II


APA YANG MERASA ANDA SEBAGAI ORANG INDONESIA?

Yang saya rasakan sebagai orang Indonesia yakni, saya lahir di Indonesia dan tinggal di Indonesia, bukan itu saja yang membuat saya merasa sebagai orang Indonesia, karena sejak Sekolah Dasar saya diajari Mata Pelajaran PPKn, yang sekarang berbuah menjadi PKn, Pelajaran tersebut yang mengajarkan tentang nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara Pancasila, dari Sekolah Dasar sampai dengan bangku kuliah, saya menerima Pelajaran Pkn. Saya waktu SMA ikut ekstrakulikuler Pramuka, yang menanamkan rasa nasionalisme yang tinggi pada negara dan kemandirian diri terhadap sesama. Bahasa keseharian saya menggunakan Bahasa Indonesia, dari Sekolah Dasar saya sudah mendapat pelajaran Bahasa Indonesia. Saya bangga menjadi orang Indonesia, karena bangsa Indonesia memiliki kebudayaan yang bermacam-macam, diantaranya ras, suku, agama yang berbeda-beda, itu yang membuat Indonesia sangat unik dan berbeda dari negara- negara lainnya. Apalagi, dengan keadaan TimNas Indonesia yang prestasinya semakin lama semakin baik saja, saya semakin bangga dengan keadaan itu, walaupun di negara Indonesia banyak sekali KKN, yaitu Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, yang dilakukan oleh pejabat-pejabat Negara, atau wakil-wakil rakyat. Itu yang membuat saya sangat kecewa dengan keadaan politik negara tercinta ini. Tetapi saya tetap bangga menjadi orang Indonesia. Indonesia sangatlah kaya akan sumber daya alamnya, seperti, batu bara, emas, minyak, tembaga. Indonesia dijuluki sebagai paru-paru dunia, karena di Indonesia banyak terdapat hutan hujan tropis yang sangat luas.

Pendidikan Kewarganegaraan I


1.      Jelaskan bagaimana upaya meningkatkan nasionalisme?
2.       Bagaimana menjabarkan nilai- nilai pancasila dalam kehidupan bernegara dan  bermasyarakat? Jelaskan tiap sila.
Jawaban
1.      Upaya untuk meningkatkan nasionalisme yaitu dengan cara; salah satu cara yang paling efektif yakni melalui lagu daerah ataupun lagu kebangsaan dalam memperkenalkan nasionalisme bangsa, rasa nasionalisme ini bisa pula diajarkan melalui pendidikan kewarganegaraan, semangat mencintai produk dalam negeri, menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik-baiknya, menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.

2.   Pancasila berasal dari kata Panca dan Sila, Panca artinya Lima, dan Sila artinya Peraturan dan tingkah laku yang baik. Pancasila adalah dasar negara Indonesia, Pancasila ada sejak dulu kala, sejak Negara Indonesia merdeka. Pancasila juga sebagai pandangan hidup Bangsa Indonesia. Pancasila digunakan sebagai petunjuk dalam menjalankan aktivitas dan kehidupan di dalam segala bidang. Dengan kata lain semua tingkah laku dan perbuatan setiap masyarakat Indonesia harus sesuai dengan sila-sila Pancasila. Pancasila memiliki 5 sila, yaitu :
1.      Ketuhanan yang Maha Esa
2.      Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
3.      Persatuan Indonesia
4.      Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat dan Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
5.      Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Dimana setiap sila-sila Pancasila itu sendiri, memiliki arti yang dalam bagi seluruh Bangsa Indonesia. Makna sila-sila Pancasila tersebut adalah

1.      Ketuhanan yang Maha Esa
Maknanya, Mengandung arti pengakuan yaitu Tuhan yang Maha Esa, Menjamin penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah menurut agamanya, Tidak memaksa warga negara untuk beragama,  Bertoleransi dalam beragama.

2.      Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Maknanya, Menempatkan manusia sesuai dengan hakikatnya sebagai makhluk Tuhan, Menjunjung tinggi kemerdekaan sebagai hak segala bangsa, Mewujudkan keadilan dan peradaban yang tidak lemah.

3.      Persatuan Indonesia
Maknanya, rasa Nasionalisme, cinta bangsa dan tanah air, menggalang persatuan dan kesatuan Indonesia, menghilangkan penonjolan kekuatan atau kekuasaan, keturunan dan perbedaan warna kulit, menumbuhkan rasa senasib dan sepenanggungan.

4.      Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat dan Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Maknanya, hakikat sila ini adalah demokrasi. Permusyawaratan, artinya mengusahakan putusan bersama secara bulat, baru sesudah itu diadakan tindakan bersama, dalam melaksanakan keputusan diperlukan kejujuran bersama.

5.      Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Maknanya, kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat dalam arti dinamis dan meningkat, seluruh kekayaan alam dan sebagainya dipergunakan bagi kebahagiaan bersama menurut potensi masing-masing, melindungi yang lemah agar kelompok warga masyarakat dapat bekerja sesuai dengan bidangnya.

Contoh Undangan Simple


Analisis Film Pendek "Sacred Economic"



SACRED ECONOMIC

Why this short movie interesting ?
This a good short movie is an indispensable must watch for all those who believe our economic system is terminally sick and in need of radical, sacred rehaul. This short movie combines such philosophical and spiritual depth with such practical insights into the cultural and institutional origins of the potentially terminal dysfunctions of modern society and the potential solutions.

Problem :
Meticulously explains why our current system will inevitably give rise to cyclical and worsening economic crises. Exposes the myths and lies that sustain power structure, the social and spiritual devastation in which we are all complicit, and lays the foundation for a way of thinking that can restore hope and help us emerge to a positive future. Money is an aggrement. money contribution have a positive and negative effect in the world.money can give value for a something also can be use to exchange goods and services. Now,we can see money in other object, such as cheque. A lot of money can make someone buy anything, but it can be give some negative impact to other people. Not only give negative effect to people, but also give negative effect to environtment. For example, illegal logging, illegal fishing, and illegal mining.  With a money, people can get status and also sense of secure. To make a status, people should give something to everyone  

Problem solving :
According in this problem, we should reinvent our attitude to money. If we change our mindset about money, we can change the money system that has caused a crisis.
loading...