Showing posts with label Kewirausahaan. Show all posts
Showing posts with label Kewirausahaan. Show all posts

Wednesday, April 17, 2013

Contoh Evaluasi Usaha "Distro Pakaian"



DESKRIPSI USAHA

Saya ingin mendirikan sebuah outlet pakaian, seperti distro-distro. Dengan menjual barang-barang seperti kaos, kemeja, sepatu, topi, boxer, jumper, jaket, kaos berkerah,dll. selain menjual produk-produk tersebut, saya ingin membuka sebuah industri yang memproduksi barang-barang seperti diatas, dengan menempelkan lebel saya sendiri. Dengan memproduksi barang-barang sendiri, saya menginginkan menjual dengan harga yang murah, tetapi dengan kualitas yang lumayan baik. Hal tersebut dikarenakan saya ingin membuka usaha distro tersebut di daerah saya, daerah Getasan, karena, di daerah ini belum ada usaha seperti ini, minimnya pengusaha yang membuka usaha seperti ini, membuat saya ingin mengambil sebuah kesempatan yang terbuka luas tersebut. di daerah ini, banyak sekali anak-anak remaja yang menggemari pakaian distro seperti diatas, dan dapat dikatakan jika mayoritas penduduk di daerah sini adalah kelas menengah ke bawah, jadi saya berfikir untuk menjual produk-produk saya dengan harga yang relative murah, akan tetapi tidak mengesampingkan model/trend masa kini agar tidak ketinggalan jaman. Selain menjual produk dan memproduksi sendiri, saya juga menerima pesanan jenis/model sesuai permintaan pelanggan. Karena banyak sekolah disekitar tempat ini, jadi banyak kesempatan untuk mendapatkan pesanan, karena biasanya murid-murid sekolah memesan kaos/jaket/jumper yang sama untuk setiap kelasnya. Jadi itu merupakan sebuah kesempatan yang besar, yang ada di daerah saya ini.

 


EVALUASI USAHA

Item
Checklist
Basic Feasibility of The venture

  1. Can the product or service work?
Ya, usaha ini akan berjalan
  1. Is it legal
Ya, usaha ini legal/resmi
Competitive Advantages of The venture

  1. What specific competitive advantages will the product or services offer?
Menyediakan pakaian-pakaian untuk remaja, misalnya kaos, kemeja, jaket, topi, sepatu,dll
  1. What are the competitive advantages of the companies already in business?
Usaha seperti ini sudah ada, akan tetapi jarak dari tempat yang saya rencanakan untuk membuka usaha ini cukup jauh, jadi konsumen tidak perlu jauh-jauh untuk membeli pakaian
  1. How are the competitor likely to respond?
Mungkin para pesaing tidak mengetahui keberadaan usaha saya, karena jarak yang cukup jauh
  1. How will the initial competitive advantage be maintained?
Keunggulan kompetitif dari awal adalah, memberikan harga yang murah, dibandingkan competitor lainya

Buyer Decisions in The Venture

  1. Who are the customer likely to be?
Anak-anak muda
  1. How much will each customer buy and how many customers are there?
Cukup banyak
  1. Where are these customers located, and how willthey be serviced?
Di sekitar saya membuka usaha ini

Marketing  of the goods and services

  1. How much will be spent on advertising and selling?
Mungkin sekitar 500rb, biaya digunakan untuk membuat pamflet/brosur yang akan ditempel dan disebarkan di sekitar tempat usaha, dengan cara on line juga akan diiklankan
  1. What share of market will the company capture?
Ya, karena anak-anak muda di daerah ini sangat banyak, dan mereka sangat menggemari pakaian-pakaian distro ini.
  1. How will prices be set? How will they compare with the competition’s prices?
Dengan memberikan harga yang murah, dan kualitas yang baik
  1. How important is location and how will it be determined?
Lokasi sangatlah penting untuk mendirikan usaha, lokasi di pinggir jalan sangatlah strategis, karena dilewati oleh pengendara bermotor
  1. What are the sales targets? By  when should they be met?
Tagertnya adalah anak-anak muda.

Production

  1. Will the company make or buy? Or combination of these two strategies?
Dengan cara dikombinasi, sebelum membuat sendiri barang-barang tersebut, saya berencana untuk membeli barang-barang terlebih dahulu lalu menjual kembali, dan selanjutnya akan memproduksi sendiri sesuai keinginan pelanggan.
  1. Are sources of supplies available at reseonable prices?
Mencari supplier yang memberikan harga cukup murah dengan kualitas yang baik.
  1. How long will delivery take?
Mungkin dalam waktu 1 minggu, karena pengambilan barang berada di daerah Bandung


  1. How will quality be control?
Kualitas menjadi yang nomor 2 setelah harga, karena saya menginginkan harga yang murah dengan kualitas yang baik
  1. Do any special problem with plant setup, insurance? How will they  be resolved?
Saya tidak menggunakan asururansi
  1. How will waste and scrap be controlled?
Limbah produksi akan dibuang ke tempat sampah, dan limbah yang mengandung bahan kimia, akan dimusnahkan dengan cara dibakar
Staffing Decisions in The Venture

  1. How will competence in each ares of the business be ensured?
Ya, karena didaerah tempat saya membuka usaha, belum ada usaha seperti ini
  1. Who will have to be hire? By when? How will they be found and recruited?
Merekrut teman sendiri, karena sudah percaya, dari pada melakukan rekrutmen, terkadang kita tidak tahu seluk beluknya
  1. Will a banker, lawyer, accountant or ather advisor be needed?
Tidak
  1. How will replacements be obtained if key people leave?
Mencari orang yang ahli lebih dari 1, jadi, apabila ada yang mengundurkan diri, tidak harus tergesa-gesa untuk mencari penggantinya.
Control of the Venture

  1. What records will needed?
Ya, catatan itu perlu dilakuakn untuk mengetahui bagaimana usaha ini berjalan, apakan ada kemajuan, atau tetap tetap saja


  1. Will any  special controls be required? What are they? Who will be responsible for them?
Yang bertanggung jawab adalah saya sendiri sebagai pemilik
Financing the Venture

  1. How much will be needed for development of the product or service?
Mungkin sekitar 10 juta rupiah
  1. How much needed for setting up operations?
Sekitar 5 juta
  1. How much will be needed for working capital?
Sekitar 5 juta
  1. Wher will the money come from?What if more is nedded?
Dengan cara meminjam orang tua atau menabung sendiri, saya tidak mau menanggung resiko apabila saya harus meminjam dari bank.
  1. When and how will investors get their money back?
Apabila saya meminjam uang dari orang tua, saya akan mengembalikan dengan cara menyicilnya.

Profil Wirausaha "Bob Sadino"



Profil dan Biodata “Bob Sadino”


Nama               : Bob Sadino
Lahir                : Tanjungkarang, Lampung, 9 Maret 1933
Agama             : Islam
Pendidikan      : -SD, Yogyakarta (1947)
  -SMP, Jakarta (1950)
  -SMA, Jakarta (1953)

Karir                : -Karyawan Unilever (1954-1955)
  -Karyawan Djakarta Lloyd, Amsterdam dan Hamburg (1950-1967)
  -Pemilik Tunggal Kem Chicks (supermarket) (1969-sekarang)
  -Dirut PT Boga Catur Rata
  -PT Kem Foods (pabrik sosis dan ham)
  -PT Kem Farms (kebun sayur)

Alamat Rumah: Jalan Al Ibadah II/12, Kemang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp :793981

Alamat Kantor: Kem Chicks Jalan Bangka Raya 86, Jakarta Selatan Telp: 793618



BOB SADINO

Pria yang lahir di Lampung ini adalah anak bungsu dari 5 bersaudara. Ayah beliau meninggal pada saat Bob Sadino berumur 19 tahun, dan beliau menjadi pemegang warisan dari ayahnya karena saudara-saudaranya sudah dapat dibilang telah sukses dan sudah hidup mapan. Beliau menghabiskan hartanya untuk berkeliling dunia, dan tinggal di Belanda selama 9 tahun. Beliau di Belanda bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.

Pada tahun 1967, beliau kembali ke Indonesia dan bermodalkan 2 buah mobil Mercedes. Kemudian beliau menjual salah satu mobilnya itu untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Setelah keluar dari tempat kerjanya, Bob bertekad untuk bekerja secara mandiri. Beliau menyewakan mobil Mercedesnya dan ia pun yang menjadi sopirnya. Tetapi Beliau mengalami kecelakaan dan mobilnya rusak parah. Lalu Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya saat itu hanya Rp.100. Beliau pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.

Suatu hari, temannya menyarankan Bob memelihara ayam untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik. Ketika beternak ayam itulah muncul inspirasi berwirausaha. Bob menerima pemberian 50 ekor ayam ras dari kenalannya, Sri Mulyono Herlambang.

Bob dan istrinya, setiap hari menjual beberapa kilogram telor. Dalam tempo satu setengah tahun, Beliau dan Istrinya memiliki banyak langganan, terutama orang asing, karena mereka fasih berbahasa Inggris. Bob dan istrinya tinggal di kawasan Kemang, Jakarta, di mana terdapat banyak menetap orang asing.



Tidak jarang pasangan tersebut dimaki pelanggan, babu orang asing sekalipun. Namun mereka mengaca pada diri sendiri, memperbaiki pelayanan. Perubahan drastis pun terjadi pada diri Bob, dari pribadi feodal menjadi pelayan. Setelah itu, lama kelamaan Beliau menjadi pemilik tunggal super market (pasar swalayan) Kem Chicks. Ia selalu tampil sederhana dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek.

Selain menjadi pemilik tunggal Kem Chicks Beliau juga pengusaha perladangan sayur sistem hidroponik. Lalu ada Kem Food, pabrik pengolahan daging di Pulogadung, dan sebuah ”warung” shaslik di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta. Catatan awal 1985 menunjukkan rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40 sampai 50 ton daging segar, 60 sampai 70 ton daging olahan.

Setelah bisnis pasar swalayan Bob berkembang pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Perkebunan Bob menghasilkan 100 ton sayuran segar per bulan. Karena itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah. Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Beliau dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang.

Di saat melakukan sesuatu pikiran seseorang berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah pengembangan dari apa yang telah ia lakukan. Kelemahan banyak orang, terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. “Yang paling penting tindakan,” kata Om Bob (Panggilan kepada Bob Sadino oleh Karyawan-Karyawannya).
 
Bob selalu luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan. Dengan sikap seperti itu Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu ia selalu berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya. Bob menempatkan perusahaannya seperti sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling menghargai, tidak ada yang utama, semuanya punya fungsi dan kekuatan.

Hal–hal yang membuat Bob Sadino sukses adalah :
·         Mau bekerja keras
·         Memiliki kemauan
·         Memiliki komitmen yang kuat
·         Berani mencari dan menangkap peluang
·         Luwes terhadap pelanggan
·         Menerapkan system kekeluargaan

Inspirasi yang kita dapat dari Bob Sadino adalah untuk menjadi seorang wirausahawan harus berani mengambil segala peluang dan resiko yang akan kita terima, mau bekerja keras, memiliki kemauan dan komitmen yang kuat atas keputusan yang telah kita ambil, dan yang paling penting adalah jangan takut gagal.

Reverensi :
loading...